Membeli rumah bersama pasangan menjadi impian banyak orang, terutama bagi kamu yang ingin memiliki hunian sendiri setelah menikah. Namun, harga rumah yang terus meningkat sering kali membuat penghasilan satu orang terasa kurang untuk memenuhi persyaratan kredit.
Salah satu solusinya adalah mengajukan KPR joint income, yaitu fasilitas kredit pemilikan rumah dengan menggabungkan penghasilan dua orang agar kemampuan finansial dalam membayar cicilan dapat diperhitungkan bersama.
Melalui skema ini, kamu dan pasangan berpeluang mendapatkan pembiayaan rumah sesuai kemampuan finansial. Meski begitu, ada beberapa syarat dan hal penting yang perlu dipahami sebelum mengajukan kredit. Yuk, simak panduan berikut agar proses pengajuan KPR bersama pasangan lebih terencana!
Apa Itu KPR Joint Income?
KPR joint income adalah pengajuan kredit pemilikan rumah dengan menggabungkan penghasilan dua pemohon, misalnya suami dan istri. Bank akan menilai pendapatan gabungan, kewajiban keuangan, riwayat kredit, serta kemampuan membayar cicilan sebelum menentukan persetujuan kredit.
Skema ini cocok untuk pasangan yang sama-sama bekerja dan memiliki penghasilan tetap. Misalnya, kamu memiliki gaji Rp6 juta per bulan, sedangkan pasangan memperoleh Rp8 juta. Dengan penghasilan gabungan Rp14 juta, bank dapat mempertimbangkan kemampuan pembayaran berdasarkan kondisi keuangan kalian berdua.
Namun, penghasilan gabungan tidak otomatis membuat pengajuan disetujui. Bank tetap memiliki kebijakan mengenai rasio cicilan, kelayakan kredit, dan persyaratan administrasi.
7 Cara Mengajukan KPR Joint Income Bersama Pasangan
1. Tentukan Rumah Sesuai Kemampuan Finansial
Langkah pertama adalah menentukan rumah yang sesuai dengan kondisi keuangan kalian. Jangan hanya memilih berdasarkan desain atau lokasi, tetapi pertimbangkan juga harga rumah, uang muka, biaya tambahan, dan cicilan bulanan.
Kamu bisa mulai dengan menghitung total penghasilan bersih setelah dikurangi kebutuhan rutin. Sisihkan pula dana untuk tabungan, kebutuhan darurat, transportasi, dan kebutuhan keluarga lainnya.
Sebagai contoh, jika penghasilan gabungan kalian Rp14 juta per bulan, pilih cicilan yang masih memberikan ruang untuk kebutuhan sehari-hari. Jangan sampai sebagian besar pendapatan habis hanya untuk membayar rumah.
2. Periksa Persyaratan KPR dari Bank
Setiap bank memiliki kebijakan KPR yang berbeda. Karena itu, kamu dan pasangan perlu mencari informasi mengenai persyaratan pengajuan joint income sebelum mengumpulkan dokumen.
Beberapa persyaratan yang umumnya diminta meliputi:
- Warga Negara Indonesia dan memenuhi batas usia yang ditentukan bank.
- Memiliki penghasilan yang dapat dibuktikan.
- Memiliki pekerjaan atau sumber pendapatan yang memenuhi ketentuan bank.
- Memenuhi persyaratan masa kerja atau masa usaha.
- Memiliki riwayat kredit yang dapat diterima.
- Memenuhi ketentuan dokumen dan status perkawinan.
Pastikan kamu menanyakan apakah bank menerima penggabungan penghasilan suami istri dan apakah kedua pihak harus menjadi pemohon kredit atau salah satunya menjadi pasangan pendukung sesuai kebijakan bank.
3. Siapkan Dokumen Kedua Pemohon
Dokumen menjadi bagian penting dalam proses pengajuan KPR joint income. Bank membutuhkan bukti identitas, status perkawinan, dan kemampuan finansial dari pihak yang penghasilannya diperhitungkan.
Dokumen yang umumnya perlu disiapkan antara lain:
- KTP kedua pemohon.
- Kartu Keluarga.
- NPWP sesuai ketentuan yang berlaku.
- Buku nikah atau akta perkawinan, jika sudah menikah.
- Slip gaji beberapa bulan terakhir.
- Surat keterangan kerja.
- Rekening koran atau mutasi rekening.
- Dokumen tambahan sesuai permintaan bank.
Jika kamu atau pasangan bekerja sebagai wiraswasta, bank mungkin meminta dokumen usaha, laporan keuangan, serta bukti pendapatan lainnya.
Sebaiknya, tanyakan daftar dokumen terbaru kepada bank tujuan agar proses administrasi lebih lancar.
4. Hitung Penghasilan Gabungan dan Cicilan
Setelah dokumen siap, hitung kemampuan membayar cicilan berdasarkan penghasilan gabungan. Jangan lupa memasukkan kewajiban lain, seperti cicilan kendaraan, pinjaman pribadi, kartu kredit, atau utang lainnya.
Misalnya, kamu dan pasangan memiliki pendapatan bersih gabungan Rp14 juta per bulan. Jika menggunakan ilustrasi batas cicilan sebesar 30% dari pendapatan, total cicilan yang diperhitungkan adalah sekitar Rp4,2 juta per bulan.
Angka tersebut hanya simulasi perencanaan, bukan ketentuan wajib semua bank. Batas yang digunakan bank dapat berbeda dan turut dipengaruhi oleh utang yang masih berjalan, biaya hidup, serta hasil penilaian kredit.
Idealnya, pilih cicilan yang tetap nyaman dibayar meskipun ada perubahan kondisi keuangan, seperti kehilangan pekerjaan atau kebutuhan keluarga yang meningkat.
5. Periksa Riwayat Kredit Kedua Pihak
Sebelum mengajukan KPR, kamu dan pasangan perlu memeriksa riwayat kredit melalui layanan iDeb SLIK OJK. Informasi ini membantu mengetahui catatan fasilitas kredit dan kualitas pembayaran yang tercatat.
Jika salah satu pihak memiliki tunggakan, segera cari tahu penyebab dan selesaikan kewajiban tersebut sesuai prosedur. Riwayat kredit yang kurang baik dapat memengaruhi penilaian bank terhadap pengajuan KPR.
Perlu diingat, melunasi tunggakan tidak selalu membuat pengajuan langsung disetujui. Bank tetap akan menilai keseluruhan kondisi finansial kedua pemohon.
6. Ajukan KPR dan Ikuti Proses Penilaian Bank
Setelah memilih rumah dan melengkapi dokumen, kamu bisa mengajukan KPR melalui bank yang menyediakan skema joint income.
Bank akan memeriksa kelengkapan dokumen, pendapatan, kewajiban finansial, riwayat kredit, serta kelayakan properti yang akan dibeli. Dalam proses ini, bank juga dapat meminta dokumen tambahan atau melakukan wawancara.
Jika pengajuan disetujui, pelajari surat penawaran kredit dengan cermat. Periksa besaran plafon, suku bunga, tenor, biaya administrasi, asuransi, dan ketentuan perubahan bunga apabila menggunakan skema bunga mengambang.
Jangan terburu-buru menandatangani perjanjian sebelum kamu dan pasangan benar-benar memahami seluruh kewajibannya.
7. Sepakati Pembagian Cicilan dan Tanggung Jawab
Mengajukan KPR bersama berarti kamu dan pasangan perlu memiliki kesepakatan finansial yang jelas. Diskusikan pembagian cicilan, biaya perawatan rumah, pajak, serta dana darurat untuk menghadapi kondisi tidak terduga.
Sebagai contoh, kalian dapat membagi cicilan berdasarkan proporsi penghasilan masing-masing. Jika penghasilanmu Rp6 juta dan pasangan Rp8 juta, pembagian cicilan dapat disesuaikan dengan rasio pendapatan tersebut, selama disepakati bersama.
Selain itu, pahami konsekuensi hukum dan keuangan dari perjanjian kredit. Tanggung jawab masing-masing pihak bergantung pada isi perjanjian dan ketentuan yang berlaku. Bicarakan juga rencana apabila salah satu pihak berhenti bekerja atau terjadi perubahan status perkawinan.
Kesepakatan sejak awal akan membantu mengurangi potensi konflik ketika cicilan rumah mulai berjalan.
Keuntungan Mengajukan KPR Joint Income
KPR joint income menawarkan sejumlah keuntungan bagi pasangan yang ingin membeli rumah bersama, antara lain:
- Memperhitungkan penghasilan gabungan. Kemampuan finansial pasangan dapat dinilai secara keseluruhan.
- Memperluas pilihan rumah. Kamu bisa mempertimbangkan lebih banyak pilihan properti sesuai hasil penilaian bank.
- Membagi tanggung jawab finansial. Cicilan dapat direncanakan bersama berdasarkan kesepakatan.
- Membantu perencanaan keuangan keluarga. Pengajuan bersama mendorong pasangan lebih terbuka mengenai pendapatan, utang, dan tujuan finansial.
Meski demikian, manfaat tersebut tetap bergantung pada kebijakan bank dan kondisi keuangan masing-masing pemohon.
Hal yang Perlu Diwaspadai Sebelum Mengajukan KPR Bersama
Sebelum mengajukan KPR joint income, pastikan kamu memahami risiko yang mungkin muncul. Penggabungan penghasilan bukan berarti beban kredit menjadi lebih ringan secara otomatis.
Jika salah satu pihak kehilangan pekerjaan, cicilan rumah tetap harus dibayar. Karena itu, siapkan dana darurat dan hindari mengambil cicilan tambahan yang berlebihan.
Kamu juga perlu memperhitungkan biaya di luar cicilan, seperti uang muka, biaya notaris, administrasi bank, asuransi, pajak, dan biaya pindahan. Besaran setiap komponen dapat berbeda berdasarkan transaksi dan kebijakan penyedia layanan.
Terakhir, jangan hanya membandingkan suku bunga awal. Periksa juga tenor, kemungkinan perubahan bunga, total biaya kredit, serta ketentuan pelunasan dipercepat.
Kesimpulan
KPR joint income dapat menjadi solusi bagi pasangan yang ingin membeli rumah dengan memperhitungkan penghasilan bersama. Agar pengajuan berjalan lebih lancar, kamu perlu memilih rumah sesuai kemampuan finansial, memahami persyaratan bank, menyiapkan dokumen kedua pemohon, memeriksa riwayat kredit, dan menghitung cicilan secara realistis.
Selain itu, pastikan kamu dan pasangan sepakat mengenai pembagian pembayaran serta tanggung jawab selama masa kredit. Dengan perencanaan yang matang dan pemahaman terhadap ketentuan bank, impian memiliki rumah bersama dapat diwujudkan tanpa mengabaikan kestabilan keuangan keluarga.
