Diskusi Terkini
Syadir Ali
Segalanya akan lebih baik… jika setiap pemimpin tahu apa tanggung jawabnya, tahu apa yang harus dilakukan, dan tidak bingung harus berbuat apa saat menjalankan amanahnya. Jika ada warga yang tidak mampu… ia tahu harus apa. Ia paham sistem. Ia paham masalah. Dan ia mampu menghadirkan solusi. Syadir Ali
Syadir Ali
Segalanya akan lebih baik… jika setiap pemimpin tahu apa tanggung jawabnya, dan tahu apa yang harus dilakukan. — Syadir Ali
Syadir Ali
Sekeras apa pun kita memaksakan diri dalam menumpuk pencapaian… pada akhirnya, yang benar-benar kita cari hanyalah ketenangan. — Syadir Ali
Syadir Ali
Aturan bisa saja sudah bagus, bahkan sangat bagus. Namun kesalahannya seringkali terjadi pada siapa yang menjalankannya. Makanya amanah itu tidak mudah, tanggung jawab juga tidak mudah, apalagi menjaga integritas di tengah maraknya tipu daya. — Syadir Ali
Syadir Ali
Aturan bisa saja sudah bagus, bahkan sangat bagus. Namun kesalahannya seringkali terjadi pada siapa yang menjalankannya. Makanya amanah itu tidak mudah, tanggung jawab juga tidak mudah, apalagi menjaga integritas di tengah maraknya tipu daya. — Syadir Ali
Syadir Ali
Aturan bisa saja sudah bagus, bahkan sangat bagus. Namun kesalahannya seringkali terjadi pada siapa yang menjalankannya. Makanya amanah itu tidak mudah, tanggung jawab juga tidak mudah, apalagi menjaga integritas di tengah maraknya tipu daya. — Syadir Ali
Syadir Ali
Aturan bisa saja sudah bagus, bahkan sangat bagus. Namun kesalahannya seringkali terjadi pada siapa yang menjalankannya. Makanya amanah itu tidak mudah, tanggung jawab juga tidak mudah, apalagi menjaga integritas di tengah maraknya tipu daya. — Syadir Ali
Syadir Ali
Menahan diri untuk tidak berkomentar pada hal yang tidak kita pahami, adalah sikap bijak dan keputusan yang tepat. — Syadir Ali
Syadir Ali
Katakanlah tidak tahu, atau diam pada persoalan yang tidak kau pahami. Itu jauh lebih baik, daripada harus menanggapi sesuatu yang sebenarnya tidak kau mengerti. — Syadir Ali
Syadir Ali
Kau merasa dirimu benar, padahal itu hanya sebatas pengakuan semata. Benar atau tidaknya sesuatu, perlu diuji. Sebagaimana seseorang mengaku beriman, maka Allah berfirman: “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan berkata, ‘Kami telah beriman,’ sedangkan mereka tidak diuji?” (QS. Al-‘Ankabut: 2) — Syadir Ali
Syadir Ali
Nasihat itu seringkali disampaikan bukan hanya untuk orang lain, tapi untuk diri sendiri, dari pengalaman yang pernah dilalui. Semakin bijak penyampaiannya, maka pengalaman penulis jauh lebih berat dari itu. Meski seringkali orang menyebutnya sok bijak, itu persepsi mereka. Mereka tidak sadar, bahwa penulis pernah terjatuh, pernah gagal, pernah dikhianati, pernah mengalami banyak hal dalam hidupnya. Dan tulisannya bukan tentang siapa bijak, atau sok bijak, tapi ia sedang menyampaikan apa yang pernah ia alami, dalam rangkai kalimat yang seringkali disalahpahami. — Syadir Ali
Syadir Ali
Nasihat itu seringkali disampaikan bukan hanya untuk orang lain, tapi untuk diri sendiri, dari pengalaman yang pernah dilalui. Semakin bijak penyampaiannya, maka pengalaman penulis jauh lebih berat dari itu. Meski seringkali orang menyebutnya sok bijak, itu persepsi mereka. Mereka tidak sadar, bahwa penulis pernah terjatuh, pernah gagal, pernah dikhianati, pernah mengalami banyak hal dalam hidupnya. Dan tulisannya bukan tentang siapa bijak, atau sok bijak, tapi ia sedang menyampaikan apa yang pernah ia alami, dalam rangkai kalimat yang seringkali disalahpahami. — Syadir Ali
Syadir Ali
Hal yang baik, yang berjalan di atas petunjuk dan aturan, patut diapresiasi. Sedangkan yang keluar dari koridor tersebut, perlu dievaluasi demi perbaikan dan tanggung jawab bersama. — Syadir Ali